Sekilas kita hanya mengenal istilah Go Green! itu sebagai upaya
penyelamatan bumi. Dalam pembahasan ini akan diulas lebih lengkap
mengenai gerakan Go Green!
Mengingat
kondisi bumi yang semakin tidak terpelihara lagi yang diakibatkan oleh ulah
manusia. Aktivis dan masyarakat yang perduli lingkungan melakukan gerakan
pelestarian Go Green! Dengan gerakan ini kita berharap bumi akan menjadi tempat
tinggal yang layak bagi semua mahluk hidup pada masa sekarang maupun yang akan
datang.
Pengertian dari
Go Green sendiri adalah tindakan atau perbuatan yang
ditujukan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan akibat ulah manusia, dimana
dengan menitikberatkan penghijauan lingkungan.
Konsep Go Green adalah 4 R yakni :
·
Reduce
Reduce merupakan kegiatan yang mengupayakan pengurangan penggunaan dan
material yang biasa kita gunakan. Tujuan utamanya adalah meminimalisir
bertambahnya sampah dari sisa-sisa sampah atau barang-barang yang kita
gunakan.
Contoh reduce yang bisa kita lakukan adalah melakukan refill terhadap botol
sabun cuci piring, pulpen, botol kecap / saus dll, sehingga botolnya tidak
langsung dibuang.
·
Reuse
Reuse atau penggunaan ulang merupakan penggunaan suatu barang lebih dari
satu kali. Hal ini mencakup penggunaan kembali secara konvensional dimana
barang dipakai lagi dengan fungsi yang sama dan penggunaan kembali dimana
barang dipergunakan dengan fungsi yang berbeda.
Berbeda dengan mendaur ulang yang menghancurkan barang bekas menjadi bahan
mentah, untuk dibuat barang baru kembali. Proses ini menghemat waktu,energi,
uang, dan sumber daya.
Contoh: Dengan fungsi yang sama, misalnya : Perakitan kembali, Program
pengisian ulang, dan Penukaran barang bekas. Dengan fungsi yang berbeda,
misalnya: menggunakan pakaian bekas sebagai lap
Manfaat Reuse adalah
- Menghemat bahan mentah dan energi sepanjang barang yang dipergunakan kembali menggantikan barang baru yang dapat diproduksi industri.
- Mengurangi kebutuhan akan tempat sampah dan biaya.
- Dapat memberikan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan.
- Bermanfaat bagi konsumen dengan menghemat uang karena barang yang dipergunakan kembali pada umumnya dijual dengan harga lebih murah relatif terhadap barang baru.
Kerugian Reuse adalah
- Terkadang membutuhkan proses pembersihan dan transportasi, yang mengorbankan lingkungan juga
- Beberapa barang mungkin berbahaya jika dipakai kembali, misalnya beberapa jenis plastik yang membentuk kemasan makanan, tidak direkomendasikan untuk dipergunakan kembali karena risiko zat plastik yang berdifusi ke dalam makanan.
- Barang yang dipergunakan kembali haruslah lebih tahan lama. Ini berarti, dalam proses produksi awal, barang tersebut akan membutuhkan lebih banyak material.
- Mensortir dan mempersiapkan barang untuk dipergunakan kembali membutuhkan banyak waktu, yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi konsumen dan mengorbankan uang
·
Recycle
Recycle atau daur ulang merupakan proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru. Tujuan daur ulang adalah mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca. Saat ini sudah banyak sampah-sampah yang diolah oleh tangan-tangan kreatif menjadi suatu barang yang memiliki nilai guna kembali. Proses daur ulang secara garis besar adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses produksi. Material yang mungkin bisa didaur ulang adalah Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik
Recycle atau daur ulang merupakan proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru. Tujuan daur ulang adalah mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca. Saat ini sudah banyak sampah-sampah yang diolah oleh tangan-tangan kreatif menjadi suatu barang yang memiliki nilai guna kembali. Proses daur ulang secara garis besar adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses produksi. Material yang mungkin bisa didaur ulang adalah Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik
Contoh: :
Bahan bangunan , material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspal, batubata, tanah dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa digunakan menjadi pelapis jalan sejenis aspal sedangkan hasil yang lebih halus dapat dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata
Bahan bangunan , material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspal, batubata, tanah dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa digunakan menjadi pelapis jalan sejenis aspal sedangkan hasil yang lebih halus dapat dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata
·
Replace
Reduce merupakan upaya mengganti barang-barang yang merusak lingkungan dengan barang-barang yang berfungsi sama namun ramah lingkungan. Contohnya adalah Orang Jepang lebih memilih menggunakan kain sebagai tas belanjaan daripada plastik, Mengendarai sepeda atau berjalan kaki dibandingkan dengan mengendarai kendaraan bermotor dan penggunaan sapu tangan dibandingkan menggunakan tisu.
Reduce merupakan upaya mengganti barang-barang yang merusak lingkungan dengan barang-barang yang berfungsi sama namun ramah lingkungan. Contohnya adalah Orang Jepang lebih memilih menggunakan kain sebagai tas belanjaan daripada plastik, Mengendarai sepeda atau berjalan kaki dibandingkan dengan mengendarai kendaraan bermotor dan penggunaan sapu tangan dibandingkan menggunakan tisu.
Macam-macam
Ulah Manusia Yang Merusak Bumi
Disadari
atau tidak, tangan-tangan manusialah yang merusak bumi. dampaknya adalah
ketidakseimbangan ekosistem dan tentunya berdampak buruk pada makhluk yang ada
didalamnya.
- Pembakaran Hutan dan
Penebangan Liar
Sering kali pengusaha real estate yang ingin mendapatkan keuntungan besar dengan mendirikan bangunan secara ilegal, membakar hutan untuk dijadikan lahan perumahan tanpa dilakukan rebosiasi kembali. Dampak yang ditimbulkan misalnya: karena pohon-pohon hijau ditebang liar / sengaja dibakar menjadikan berkurangnya asupan oksigen dibumi dan udara menjadi semakin gersang.
- Penambangan Pasir Laut
Suatu kesalahan besar yang dilakukan Bangsa Indonesia adalah melakukan penambangan pasir laut disekitar Perairan Kepulauan Riau, Singkep, Bangka Belitung. Penambangan pasir laut ditujukan untuk kegiatan ekspor keluar negeri. Dalam hal ini , Singapura sebagai negara tetangga terdekat menjadi penerima ekspor tersebut.
Tanpa kita sadari bahwa bahwa kandungan pasir laut tersebut sesungguhnya kaya akan vandium, titanium dan palladuim. Oleh Singapura pasir laut Indonesia di ekspor kembali ke Amerika dan Jepang. Dampak yang terjadi pada Indonesia adalah kerusakan seperti tenggelamnya pulau-pulau kecil, abrasi, dan merusak ekosistem laut
- Polusi
Polusi adalah zat atau senyawa kimia yang masuk ke dalam lingkungan pada kadar yang melebihi ambang batas toleransi yang dapat diterima manusia sehingga dapat membahayakan kondisi bumi ini.
Contohnya adalah cfc dari pendingin ruangan dan kulkas, karbon dioksida dari asap kendaraan bermotor.
Polusi dapat terbagi menjadi 3, diantaranya:
a.
Polusi Tanah
Penyebab utama polusi tanah adalah sampah. Sampah yang berbahan plastik,
kaca, logam dan insektisida akan sulit di urai oleh dekomposer di dalam tanah.
Akibatnya sampah itu tidak hancur, dan terbenam di dalam tanah dalam jangka waktu
lama. Dan sampah yang mengandung insektisida dan logam dapat merusak kehidupan
di dalam tanah yaitu cacing yang berfungsi untuk menggemburkan tanah..
Maka, tidak heran sampah plastik, kaca, logam sering didaur ulang oleh
orang-orang kreatif menjadi suatu barang baru yang memiliki nilai guna kembali
demi mengurangi polusi tanah.
b.
Polusi Air
Yang paling sering menyebabkan polusi air adalah limbah pabrik, limbah
rumah sakit, limbah rumah tangga, limbah pertanian, sampah organik, dan logam
berat. Polutan inilah yang menyebabkan komposisi air menjadi tidak layak dan
merusak ekosistem air.
c.
Polusi Udara
Polusi udara merupakan faktor utama penyebab efek rumah kaca. Polusi udara
dapat terjadi karena banyak faktor diantaranya pembakaran hutan, asap kendaraan
bermotor. Pembakaran hutan inilah yang menyebabkan berkurangnya asupan oksigen
untuk manusia .
d.
Pembangunan Yang Tidak
Terencana dan Tidak Tertata Rapih
Meluapnya kepadatan penduduk menuntut para petinggi atau pengusaha untuk
membangun tempat tinggal. Dampaknya adalah kerusakan hutan dan hilangnya lahan
pertaniaan. Pohon sengaja ditebang dan lahan pertanian ditimbun untuk
mendapatkan lahan kosong yang akan digunakan untuk membangun perumahan dan
perkantoran. Akibatnya bumi menjadi semakin gersang ,dan timbul berbagai
bencana seperti tanah longsor dan banjir.
Dengan
demikian, Marilah kita terus menggalakkan Gerakan Go Green! demi menjaga
keseimbangan ekosistem di bumi dan membuat bumi sebagai tempat yang terbaik
untuk kita berlindung.
0 komentar:
Posting Komentar